Menikmati sunset disatu senja di bulan Ramadhan. Bukan dikaki cakrawala yang membentang luas, bukan dipantai dengan debur ombak yang biasa mengalunkan nada kedamaian, tapi dari jendela ruang dimana aku mencoba untuk menikmati kesendirianku dengan sepenggal luka yang belum juga sembuh. Ruang dimana aku bisa merefleksi diri dan introspeksi diri, mengadu dan ‘merengek’ pada-Nya untuk kesembuhan luka itu !
Aku dengan sepenggal rasa sakit itu, enggan untuk keluar dari ruangan yang membuatku seperti mengisolir diri dari mereka. Mereka yang ingin aku kembali menjadi aku yang dulu. Seperti merpati yang bebas mengepakkan kedua sayapnya dengan penuh cinta, sebelum sayap cinta itu patah yang membuatnya jatuh dan terluka seperti sekarang.
When I am down and, oh my soul, so weary;
Then troubles come and my heart burdened be;
Then, I am still and wait here in the silence,
Until you come and sit awhile with me
Tapi mereka tak pernah bosan untuk terus mengetuk pintu ruang itu supaya aku mau ‘membuka pintu dan keluar dari ruang itu’. Dan mereka, dengan setia dan penuh cinta menunggu diluar sana. Seperti ibu -begitu terkadang aku memanggilnya- yang personally menyempatkan untuk komunikasi langsung dengan aku dari hati ke hati, mengingatkan aku tentang banyak hal sampai ibu mengatakan bahwa aku yang dia kenal dalam kurun waktu 6 tahun lebih adalah a very warm person ! Ibu kecewa sekali dengan aku yang sekarang [‘… aku engga pernah suka bagian tulisanmu belakangan ini …, what’s wrong ? itu bukan kamu yang aku kenal !’], aku yang sekali lagi seperti mengisolir diri, yang menutup aura kehangatan itu dari sekitar, dari mereka yang kangen dengan aku yang dulu. Dari mereka yang selalu mengatakan, ‘ayo dong, lu pasti bisa bangkit dari itu !’
You raise me up, so I can stand on mountains;
You raise me up, to walk on stormy seas;
I am strong, when I am on your shoulders;
You raise me up… To more than I can be.
Ada keharuan disana, ketika tahu bahwa mereka tak pernah kehabisan energi untuk terus membantu aku agar bangkit lagi, belajar menikmati sepenggal rasa sakit itu, belajar berdiri dan terbang lagi. Untuk mengembalikan kehangatan yang dulu pernah ada, kehangatan yang mereka kangenin.
You raise me up, so I can stand on mountains;
You raise me up, to walk on stormy seas;
I am strong, when I am on your shoulders;
You raise me up… To more than I can be.
Dengan uraian air mata menahan sepenggal rasa sakit itu aku mencoba bangkit, perlahan meski mungkin tak akan pernah bisa terbang sebebas merpati lagi. Tapi percaya bahwa Dia selalu ada untuk mendengar, membantu dan membimbing aku untuk bangkit lagi, untuk mengembalikan aku kepada mereka.
You raise me up, so I can stand on mountains;
You raise me up, to walk on stormy seas;
I am strong, when I am on your shoulders;
You raise me up… To more than I can be.
Aku mencoba membuka pintu ruang itu dan seperti merpati yang tak pernah ingkar janji, aku perlahan menepati janji aku, meski sepenggal luka itu masih menyisakan rasa yang tak bisa diuraikan dengan kata-kata, tapi warna cerah itu mulai hadir meski masih bersaing dengan warna kelabu.
You raise me up, so I can stand on mountains;
You raise me up, to walk on stormy seas;
I am strong, when I am on your shoulders;
You raise me up… To more than I can be.
You raise me up, so I can stand on mountains;
You raise me up, to walk on stormy seas;
I am strong, when I am on your shoulders;
You raise me up… To more than I can be.
Terima kasih untuk mereka atas spiritnya dan ibu yang terus mengingatkan tentang kehangatan itu meski kalian engga pernah tau the true story behind the wound, untuk Aa & teteh di Jeddah yang selalu menjadi teladan buat aku, untuk personal advisor aku yang engga pernah lelah memantau semuanya dan ‘ring satu’ aku yang always be there untuk terus ‘menarik tanganku dan memberi tamparan dengan cara kalian’ …
You raise me up… To more than I can be.
Seperti harapan seorang teman, bahwa kelak merpati itu akan menjelma menjadi bidadari
… bidadari yang akan membuat orang-orang tersenyum melalui tulisan-tulisannya ***dek, kamu ingat dengan kalimat ini kan? Ini kamu sampaikan disatu kesempatan, meski kamu sama seperti mereka yang engga pernah tau the true story behind the wound ***.
~~~yang punya blog~~~
Masih disini, untuk menepati janji!
Text lagu: You Raise Me Up by Josh Groban