Surat Untuk Kekasih Di Surga
Sayang,
Aku mencoba menghitung hari, bulan dan tahun. Engga terasa udah lamaaa sekali kamu lelap dalam tidur abadimu atau mungkin sebenarnya, tidurmu hanya sesaat untuk kemudian kamu pergi ke surga dan berkumpul dengan kelompokmu disana. Ditempat yang dijanjikan Allah untuk umat-Nya yang sepertimu. Aku ingin berbagi cerita seperti ketika ruang belum memisahkan kita, seperti ketika aku bercerita tentang sesuatu tepat 2 minggu sebelum kepergianmu. Setelah tidur panjangmu, setelah kepergianmu ke surga, aku mencoba dan terus mencoba mencari kamu yang lain. Tapi, seperti biasanya ada banyak hal yang sulit aku uraikan dengan kata-kata dan aku engga ingin membebanimu lagi dengan semua itu.
Sekarang, ceritakan saja padaku, seperti apa surga itu? Apakah di surga benar-benar penuh kedamaian? Apakah di surga penuh dengan kebahagiaan? Apakah di surga juga penuh dengan bunga yang cantik-cantik dan wangi serta buah-buahan yang segar? Apakah benar disana banyak sekali bidadari cantik dan baik hati? Maaf, bukan aku cemburu pada mereka. Andai waktu bisa aku putar ulang … seperti di film Quantum Leap, aku ingin memutar waktuku kembali untuk punya kesempatan menjadi seperti mereka untuk kamu, ingin membuat kamu bahagia seperti yang pernah kamu lakukan untuk aku, ingin mengikuti caramu yang mencintaiku dengan penuh kesabaran tanpa batas, ketulusan dan penuh keikhlasan. Sayangnya, semua itu hanya angan-angan yang engga mungkin terjadi karena Allah lebih sayang kamu dan Allah lebih tau yang terbaik untuk kamu dan aku. Tapi satu hal bahwa caramu menyayangiku begitu membekas dan membuat aku tetap menempatkan kamu ditempat yang terbaik meski wujudmu tak pernah lagi hadir didepanku atau mendampingiku disetiap detik kehidupanku.
Aku engga akan pernah bertanya, apakah kamu bahagia disana? Karena aku percaya, sangat percaya kalau kamu sudah bahagia disana. Aku engga mau mengganggu kebahagiaanmu dengan terus menyesali kepergianmu karena banyak hal yang belum sempat aku perbuat untuk membahagiakan kamu, aku engga mau mengganggu kebahagiaanmu dengan airmataku.
Semoga kamu tau bahwa aku selalu merasakan kehadiranmu disaat aku gundah, disaat aku berduka, disaat aku dipersimpangan. Aku merasakan setiap kehadiranmu didekatku, meski tak berwujud. Tanpa sengaja, aku memahami bagaimana kamu tetap berusaha untuk menjagaku. Meski aku sudah sering mengecewakanmu dengan tingkah lakuku sekarang, lupa mendo’akanmu diujung shalatku, tapi sekali lagi … kamu begitu sabar dan penuh keikhlasan menjagaku dengan berbagai cara. Temanmu, yang akhirnya menjadi temanku juga selalu mengingatkan aku untuk mengirimkan do’a terbaikku untuk kamu, ketika aku sekali lagi lupa untuk melakukannya. Sekarang, aku selalu bercerita pada temanmu itu tentang banyak hal seperti yang dulu pernah aku lakukan padamu. Bagiku, kehadirannya seperti mewakilimu. Bagiku, dia seperti utusanmu untuk menjagaku.
Sebelum menyudahi surat ini, bukan aku ingin melupakan semua tentang kamu tapi aku engga ingin membebanimu lebih banyak, jadi aku mohon ijin darimu untuk melangkah dan mencari kamu yang lain meski aku tau kalau aku tak akan menemukan yang sama sepertimu. Dan tolong sampaikan pada Allah untuk tetap melindungi dan meridhoi langkahku. Terakhir, tolong sampaikan pada semua bidadari yang ada di surga untuk mau mengajari aku seperti mereka, seperti kamu mengajari aku dengan caramu tentang mencintai dengan tulus, kesabaran tak terbatas dan ikhlas.
Terima kasih untuk semuanya, do’a terbaikku untuk bekalmu di surga.
~~~yang punya blog~~~
Mengenang kamu yang sudah berada dalam keabadian, semoga kamu tenang disana.



kelamaaan dianggurin nih PRnya, dan akibatnya aku dapet PR yang sama dari
… abisnya gimana? ***mulai deh membela diri*** 

