Pergantian tahun baru dari 2007 ke 2008 yang baru lalu, inbox hp mendadak penuh dan harus ada yang antri untuk masuk ***dramatisir***. Salah satu sms ucapan tahun baru yang masuk, isinya: ”Whats ur plan next year or should i read ur blog for ur official 2008 work plan?”. Dari siapa itu, bukan masalah dan rasanya tidak perlu dibahas. Yang menarik itu adalah: ”… official 2008 work plan”. Waktu itu, aku hanya membalas, “silahkan ke blog kalau mau baca-baca tulisan, tapi tidak akan pernah menemukan my official 2008 work plan there! Masalahnya aku sudah menyimpannya ditempat yang aman dan tidak terjamah oleh siapapun kecuali oleh diriku sendiri.”
Dari situ, aku yang sedang mencari materi bahasan untuk e-Newsletter jadi seperti mendapat inspirasi untuk mengangkat tema itu di edisi e-Newsletter yang akan terbit. Thank you, Rani! Ternyata masih cerdas seperti ketika kita sama-sama diribetin sama yang namanya ”never ending meeting” untuk siapin work plan ***semoga Rani engga minta ditraktir kalau baca tulisan ini***
Tanpa buang waktu, aku langsung set tema e-Newsletter edisi bulan ini: Work Plan yang sangat dibutuhkan sebagai salah satu referensi perusahaan untuk melakukan pekerjaan 6 – 12 bulan dan sangat membantu untuk penghitungan anggaran (budget), Develop Procedure, Key Performance Indicator (KPI) yang dianggap penting untuk digunakan pada saat annual appraisal, dan terakhir yang juga penting adalah Personal Development.
Browsing? Gunakan fasilitas search engine, 1 … 2 … 3 … tadaaaaa … maka semua penjelasan akan itu ada disana.
Work Plan
Mestinya siapapun sudah pernah mendengarnya. Jangka waktunya bisa 1, 3, 6, 12 bulan. Tergantung dari pekerjaan yang akan dilakukan dan tingkat kesulitan/kendala yang akan dihadapi. Dari sini, akan berefek pada biaya yang harus masuk di anggaran tahunan (annual budget).
Analogi singkatnya, seperti ketika kita mau pergi berlibur. Maka ada hal-hal yang harus kita persiapkan terlebih dahulu, seperti: kapan cuti, berapa lama, kemana, naik apa kesana, akomodasinya bagaimana, apa yang akan dilakukan disana, berapa biayanya.
Referensi work plan bisa dipelajari disini.
Develop Procedure
Pernah merutuk atau mendengar orang lain berkata:
”…harusnya ada aturannya dong”
“…ko’ ga pake aturan sih?”
”…emang peraturannya seperti apa sih?”
Iya. Dimanapun, kapanpun, atau apapun, mestinya ada peraturan, ada ketentuan, ada prosedur yang berlaku. Tapi bagaimana suatu prosedur itu bisa sampai kepada pengguna (user), ada tahapan-tahapannya. Ada hal-hal yang melatarbelakangi adanya suatu prosedur/peraturan/ketentuan, seperti: kenapa sih kita butuh prosedur?, kenapa orang-orang tidak menggunakan prosedur?
Ketika kita mulai membuat suatu prosedur, tahapan-tahapan yang harus dilalui seperti: mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya yang berhubungan dengan suatu prosedur yang akan kita buat, membuat suatu tabel untuk pengelompokkan informasi, menyiapkan pertanyaan-pertanyaan yang saling terkait satu sama lain, wawancara dengan pihak terkait.
Setelahnya, lakukan evaluasi, pengecekan untuk validasi dan persetujuan. Terakhir adalah implementasi dan sosialisasi. Jika semua tahapan sudah dilakukan dan dipastikan tidak akan ada kebocoran (licking area), maka boleh lah prosedur tersebut jadi bagian dari prosedur/kebijakan perusahaan.
Analogi sederhana: ketika kita mulai nge-blog, ada tahapan-tahapan yang harus dilalui kan? Atau ketika kita mau membuka account baru e-mail, pasti ada tahapan yang harus kita lalui juga kan?
Key Performance Indicator (KPI)
Naaaah ini yang seru! Setiap akhir tahun, bukan hanya bagian keuangan/accounting saja yang heboh. Setiap departemen, disibukkan dengan mempersiapkan anggaran tahunan. Dan diawal tahun, setiap orang dikantor termasuk atasan disibukkan dengan penilaian tahunan. Hasil dari penilaian tahunan ini akan berpengaruh pada kenaikan gaji ***psssttt … tahun ini, berapa persen kenaikan gajinya?*** … ada yang tidak puas? Pasti! Pemandangan yang biasa, sangat wajar, sangat manusiawi.
Tapi, apa sih Key Performance Indicator atau KPI itu? KPI atau Key Success Indicators (KSI), membantu suatu organisasi untuk memberi batasan dan mengukur hasil yang dicapai terhadap tujuan/sasaran/target organisasi.
Sebuah analogi yang dekat dengan kita: ketika kita posting sebuah tulisan, apa sih tujuannya? Maunya apa? Apa yang kita inginkan dari tulisan itu?
Referensi lengkap dari bahasan ini bisa dilihat disini.
Personal Development
Yang ini, to be continued ***tergantung mood yang nulis***
~~~yang punya blog~~~
Yang punya blog, baru melewati semua tahapan diatas, hasilnya? Ada deeeeeh …