Monkey In The Bag
“Can you come and see me?”
“Now?”
“Yes, of course! I have monkey in the bag!”
You have WHAT??? Monkey in the bag??? Apa itu? Awalnya bingung, kenapa tiba-tiba boss bilang begitu. Waktu sampe diruangannya, boss langsung mempersilahkan duduk. Aku, agak-agak celingukan … mana monkeynya? Usut punya usut, ternyata yang dimaksud monkey in the bag itu adalah setumpuk wacana, setumpuk ide, setumpuk order, setumpuk … entah apalah itu namanya.
Dan biasanya, setelah itu aku, atasanku, dan tim kerja kami akan disibukkan dengan satu atau beberapa project short term yang waktunya nyaris berbarengan. Menyimpang dari work plan kah monkey itu? Ada yang menyimpang, ada yang tidak, hanya waktunya yang tidak sesuai. Jadi yang menyimpang itulah yang benar-benar ”Monkey in the bag” (setidaknya begitu menurut kami sebagai pelaksana di lapangan … hehehe)!
Bagaimana menyiasatinya? Mmm … timetable yang sudah disusun bersamaan dengan pembuatan work plan terpaksa harus di revisi. Anggaran? Mmm … harus jeli melihat celah, anggaran apa yang bisa membiayai ”monkey” itu. Kalau dianggap terlalu besar dan tidak ada anggaran yang bisa digunakan untuk membiayai ”monkey” itu ya sudah, harus bicarakan dengan boss. Terkadang, boss keukeuh ”monkey” harus dilakukan padahal tidak termasuk dalam anggaran tahunan. Disini serunya! Terkadang, gara-gara ”monkey” itu, kambing dilibatkan. Ups … maksudnya, disini udah mulai ada saling tuding, mengkambinghitamkan seseorang atau sesuatu.
Solusinya?
Biasanya siiiih … akan ada review work plan, review budget dan lain sebagainya termasuk keputusan apakah “monkey” itu tetap dilaksanakan atau ditunda atau bahkan dibatalkan.
Jadi .. work plan is something that can be changed anytime when the boss has “a monkey in his bag” … mau marah? Yaaa … boss kan juga manusia, mungkin ketika work plan itu disusun sampai disetujui, si “monkey” belum ada di tasnya.
~~~yang punya blog~~~
Udah lama engga diribetin sama para monkey yang berderet … baris seperti pager betis …
To RA, NF, PL, EA and the dream team (DM guys): really miss you all, guys!



kalau beneran onyet yang keluar dari the boss’s bag, elo semaput kali meit
btw, blog JSM gak terima comment lagi, say..
maen ke MP aja deh
Comment by Mel — 26 January 2008 @ 8:42 am
hahah bener kata cucu gue tuh, kalo monyet beneran nyang keluar, elo pengsan! Mau segimana banyak monkey, mau segimana planning diubah, nyang penting tujuan tercapai
,
Comment by coni — 26 January 2008 @ 9:37 pm
t’nyata lo tuh masokhis ya, demen disiksa…. gitu aja dikangenin! xixixix
Comment by ra — 28 January 2008 @ 9:11 pm
I really miss those days !
Struggling with all outstanding list but having all of you to struggle with those monkeys
Thanks for make me know that I am not the only person missing those …..
Comment by evaamalia — 29 January 2008 @ 11:35 am
aku gak bawa monyet di bag kok, sumpah deh dan juga aku pamit ya
, doanya
Comment by dcebong — 29 January 2008 @ 2:48 pm
waduuh aku dapetnya di site malaysia tuh mbak prayer timenya.. coba ntar aku cariin yg versi indo yaa? Luv U
Comment by gege — 29 January 2008 @ 6:47 pm
inget dong peraturan zaman ploncoan:
1. Boss selalu benar
2. Kalo boss salah, lihat peraturan no 1
hehehe
Comment by dini — 30 January 2008 @ 11:56 am
kalo di organisasi kampusku, pernah ada istilah “lempar monyet”.. arti monyetnya kurang lebih sama, yaitu beban atau amanah dalam organisasi..
Comment by iLm@N — 30 January 2008 @ 4:11 pm
knp disebutnya monkey ya? bukan dog? ato cat? kalo cat kan udah diambil “kucing dalam karung”. Knp monkey hayo?? soalnya kalo aplikasinya gak sesuai rencana, maki2nya : “you monkey..!!” hehehehehe
Comment by rey — 31 January 2008 @ 3:38 pm