Pada Bintang Malamku
Hari itu langit malam cerah. Taburan bintang dilangit malam itu lagi-lagi menemaniku, tapi tanpa sekelompok kunang-kunang yang biasa terbang rendah dan dekat. Aku kehilangan cahaya indah mereka, seperti aku kehilangannya tanpa tahu kenapa.
Tapi malam itu, satu bintang terang di langit malam yang cerah menyampaikan pesan atas tanyaku selama ini. Dan aku, hanya mampu terdiam. Merenung … melintas waktu yang telah lalu sebelum segalanya berubah. Aku hanya mampu membathin, “Tuhan, mestinya ini engga perlu terjadi andai saat itu kami bisa berpikir dengan jernih dan menyikapinya dengan bijak, bicara dari hati ke hati …” … aku hanya sanggup menarik nafas perlahan berharap tak ada airmata lagi tapi ternyata airmata itu tak mampu aku bendung. Malam itu, aku hanya mampu berdo’a dan berzikir agar airmataku tak tumpah lebih banyak lagi.
Bintang malam,
Maukah kau sampaikan padanya bahwa separuh hatinya masih tetap aku jaga untuknya seperti yang pernah dimintanya malam itu. Bahwa aku masih tetap menjaga tempat itu untuknya dan tak ada siapapun yang aku ijinkan untuk menempati tempat itu. Bahwa aku masih tetap disini untuk dia dan tak akan meninggalkannya … tidak kemarin, tidak hari ini, tidak juga esok.
Tolong sampaikan juga padanya bahwa bagiku, mereka dan masalaluku hanya teman-temanku dan mereka tidak sama seperti dirinya. Aku tak pernah lupa untuk menyebut namanya disetiap do’a diujung shalatku.
~~~yang punya blog~~~
Untuk kamu, besok aku ingin menikmati indahnya taburan bintang dilangit denganmu dan semoga, saat itu akan ada kunang-kunang yang menemani kita.



pertamax…
sudah menemukan bintangmu ta mbok
Comment by cebong — 30 April 2008 @ 11:25 am
Semoga keinginannya tercapai ya meit….
Comment by indi — 30 April 2008 @ 5:04 pm
semoga esok tidak hanya menikmati indahnya taburan bintang tetapi juga indahnya pelangi dan hangatnya matahari bersama dia
Comment by Daku — 30 April 2008 @ 6:48 pm
semoga cepet terkabul keinginannya ya
btw..masih ada kunang kunang???
Comment by mamah ani — 1 May 2008 @ 2:40 pm