Pemuda, kemana langkahmu menuju
Apa yang membuat engkau ragu
Tujuan sejati menunggumu sudah
Tetaplah pada pendirian semula
Dimana artinya berjuang
Tanpa sesuatu pengorbanan
Kemana arti rasa satu itu
Bersatulah semua seperti dahulu
Lihatlah kemuka
Keinginan luhur kan terjangkau semua
Pemuda, mengapa wajahmu tersirat
Dengan pena yang bertinta belang
Cerminan tindakan akan perpecahan
Bersihkanlah nodamu semua
Masa depan yang akan tiba
Menuntut bukannya nuansa
Yang selalu menabirimu pemuda
Bait-bait kalimat itu bukan hasil karyaku, tapi itu adalah lirik lagu PEMUDA karya
Chaseiro. Lagu ini cukup terkenal di era tahun 80-an *waktu itu seragam sekolah masih putih-biru* dan beberapa hari belakangan lagu ini jadi salah satu lagu wajib yang harus aku denger!
Menurut aku, lagu ini sederhana tapi maknanya dalem banget *jero pisaaan!!!*, apalagi kalau dihubungkan dengan kondisi sekarang. Coba lihat diluar sana, ketika teman-teman yang katanya mewakili suara rakyat *rakyat yang mana tapinya ya?* turun ke jalan untuk berdemo dan berakhir dengan tindakan yang anarkis! Katanya anak negeri ini cinta damai, perduli asset negara, perduli saudara-saudara yang berada distrata ekonomi yang dibawah standard, tapi tindakan yang muncul justru memperparah keadaan. Sekali lagi, ini menurut pendapat aku!
Kalau ada yang tanya kenapa aku berpendapat seekstrim itu? Jelasnya: beberapa minggu yang lalu, didepan kantor ada demo dan aku baru tahu setelah demonya lewat dan pindah lokasi, itu sekitar jam 7 malam. Tapi samar-samar aku liat di salah satu trotoar yang aku lewati ada tulisan yang isinya menghujat pemimpin bangsa ini. Saat itu, aku pikir coretan itu hanya ada di trotoar itu. Ternyata aku salah! Besok paginya, ketika melewati trotoar yang sama, ada tulisan-tulisan yang dengan jelas bisa terbaca itu ditulis diatas jalan beraspal plus tulisan-tulisan di trotoar. Daaan, tanpa sengaja aku melihat ke halte Trans Jakarta. Dinding luarnya ada tulisan menghujat dengan cat semprot warna merah.
Padahal, menurut aku (lagi) … kalau memang merasa jalan itu, trotoar itu, halte bis TransJakarta itu, adalah milik rakyat atau yang berdemo. Lalu kenapa semua itu harus diperlakukan dengan tidak baik melalui tindakan-tindakan pengrusakan?
Aku bukan orang yang anti pada demonstran. Bukan sama sekali! Aku sudah mulai terbiasa dengan para demonstran karena dilingkungan keluargaku sendiri ada pelaku demonstran dijamannya. Tapi cara dan perilaku para demonstran yang aku kenal ini amat sangat elegan, berdemo tapi tidak anarkis dan tidak melakukan pengrusakan. Banyak cerita yang aku dengar dari mereka ketika mereka berdemo dengan berbagai alasan *intinya hanya ingin Indonesia lebih baik dan lebih maju* dan sekarang para demonstan ini memang jadi manusia-manusia berkualitas yang ikut memajukan bangsa ini, walaupun sumbangsih mereka mungkin tidak terlihat nyata … tapi ada! Mereka bersatu untuk sama-sama memajukan negeri ini. Persis seperti lagu PEMUDA itu. Lalu bagaimana dengan generasi muda sekarang? Yang turun ke jalan untuk berdemo dan berakhir anarkis? Akankah mampu meneruskan perjuangan beliau-beliau yang sudah membangun negeri ini tanpa harus ada tindakan anarkis lagi?
17 Agustus 2008 … 63 tahun Indonesiaku merdeka! Sumber daya alam yang potensial, anak negeri yang jumlahnya ratusan juta seharusnya bisa mengelola itu dengan baik dan jujur! Karena aku percaya, sangat percaya bahwa anak negeri ini sebenar-benarnya adalah asset paling potensial dan memiliki kemampuan untuk mengelola apa yang ada di negeri ini. Hanya saja, terkadang ada ketidakyakinan pada kemampuan diri sendiri. Maaf, bukan aku ingin meremehkan tapi aku melihat, mendengar dan mengalami sendiri bagaimana sebenarkan kemampuan kita dibanding mereka yang ada diluar sana. Kita ini sebenarnya mampu dan bisa berbuat sesuatu yang positif, tapi terkadang kita mudah terpancing secara emosional, mudah kehilangan semangat untuk maju.
Mudah-mudahan dua lagu yang ada ditulisan ini mampu memprovokasi siapapun yang membaca tulisan ini untuk kembali bangkit, maju dan bergerak secara elegan dan santun untuk sama-sama memajukan Indonesia tercinta!
Berkibarlah bendera negeriku
Berkibarlah engkau didadaku
Tunjukkanlah kepada dunia
Semangatmu yang panas membara
Daku ingin jiwa raga ini
Selaras dan keanggunan
Daku ingin jemariku ini
Menuliskan kharismamu
Berkibarlah bendera negeriku
Berkibar di luas nuansamu
Tunjukkanlah kepada dunia
Ramah tamah budi bahasamu
Daku ingin kepal tangan ini
Menunaikan kewajiban oh..
Putera bangsa yang mengemban cita
Hidup dalam kesatuan
Dan semoga esok pagi, saat matahari bersinar cerah … akan ada cerita dan berita baik bahwa banyak anak negeri sedang berbuat sesuatu yang baik untuk negeri ini, bahwa semua anak usia sekolah berada disekolah untuk belajar dengan penuh semangat!
Tuhan,
Lindungilah tanah airku
Jadikan negeri ini penuh dengan kedamaian
Jadikan pemimpin kami benar-benar seorang pemimpin yang bijaksana
Jadikan kami anak negeri yang mampu berbuat yang terbaik untuk Indonesia tercinta
~~~yang punya blog~~~
DIRGAHAYU INDONESIAKU!!! BANGGA JADI ANAK INDONESIA!
Untuk yang ulang tahun bulan Agustus: Selamat ulang tahun, semoga umurnya berkah! Happy, healthy, wealthy.
Untuk teman-teman disini, guys … ada acara apa taun ini?
Indonesia sedang berbenah diri dan yang namanya berbenah diri memang butuh waktu … ada proses, ada gesekan, ada benturan dan ini engga bisa diselesaikan menggunakan kekuatan magicnya David Copperfield yang katanya pernah punya cita-cita mau mindahin Tugu Monas! ***Yeee … situ mau atraksi atau ngapain kang??? Engga takut ya digantung sama seluruh rakyat negeri ini kalau Tugu Monas sampe ilang!!!***
Lirik lagu Pemuda – Chaseiro diambil dari sini.
Lirik lagu Merah Putih – Artis-artis Musica diambil dari sini.