Pesan
Sebuah pesan tiba-tiba muncul dilayar … aku terdiam, tak ada keinginanku untuk membalas pesan yang muncul. Bagaimana mungkin aku bisa melupakan kamu, seseorang yang sudah berhasil merampas kebahagiaanku! Dan dengan jumawanya seolah tanpa dosa dan rasa bersalah kamu tertawa bahagia bersama duniaku yang kamu rampas, tanpa perdulikan rasa sakit yang aku rasakan.“Hi! Masih ingatkah kamu padaku?”
Aku, sekali lagi memilih untuk diam. Tak ada keinginanku untuk membalas pesannya. Hanya ada sebaris do’a yang aku ucapkan dalam hati, “Ya Allah, Engkau Maha Adil … Tunjukkan kuasa dan keadilan-Mu …” … satu, satu … air mata kembali jatuh.
Waktu berlalu, hingga satu hari …
“Ternyata kamu mengenalnya juga …?”
Kembali sebuah pesan tiba-tiba muncul dilayar … dan seperti yang lalu, aku tak menjawab pesannya. Kubiarkan pesan itu berlalu tanpa perlu kujawab. Sekali ini, ada perasaan muak saat aku benar-benar menyaksikan kebenaran dari ucapan seorang sahabatku. Dia begitu pandai bersandiwara, terlihat lugu, terlihat polos … seolah tak mengerti apa yang tengah terjadi.
Sekali lagi aku hanya bisa berdo’a dalam hati,”Ya Allah, curahkan kesabaran dan keikhlasan dalam diriku dalam menjalani semua ini … karena aku percaya bahwa Engkau Maha Adil dan akan Kau tunjukkan keadilan itu pada kami … “ dan air mata itu kembali tumpah.
Waktu berlalu, dan setiap saat aku tak pernah putus untuk terus dekat dengan-Nya …
Ya Allah,
Yang Maha Asih
Yang Maha Adil
Aku percaya bahwa Engkau melihat semuanya
Aku yakin Engkau tahu segalanya
Aku juga yakin bahwa esok atau lusa, atas ijin-Mu
Segalanya akan terbuka
Insyafkan, sadarkan dan ampuni dia yang dengan segala keegoisannya telah menyakitiku
Catatan kecil ditengah guyuran hujan yang deras …


